Bab 1 Pernikahan Yang Tak Di Anggap
Novel berjudul Pernikahan
Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic,comedi dan
fiksi banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini
sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada
kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini.
![]() |
Bab 1 Pernikahan Yang Tak Di Anggap |
Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 1
"Saya terima nikah dan kawinnya Jessica Evelin binti Hermanto dengan mas kawin
seperangkat alat sholat dibayar tunai." ucap mempelai pria mantap dengan
satu tarikan napas.
"Bagaimana para saksi, Sah?" tanya Pak Penghulu
yang duduk tepat disamping ayah mempelai wanita.
"Sah" Semua yang hadir dalam ruang tersebut
menjawab serentak.
"Alhamdulillah" Pak Penghulu pun mengucapkan doa
syukur.
Seiring terucapnya kata sah dari para saksi, seorang gadis
yang ikut mengambil bagian dalam acara pernikahan tersebut meneteskan air mata.
Hatinya terasa begitu sakit, ia menatap sendu pada pria yang baru saja sah
menjadi milik orang lain itu.
Meski ia tahu hal ini akan terjadi dan meski ia juga sadar
kehadirannya tidak dianggap sama sekali, tetapi sebagai wanita normal yang
berstatus istri sah, ia tidak rela jika harus berbagi suami dengan wanita lain.
Gadis itu menyangka air matanya, walau hatinya terluka, ia
harus tetap terlihat kuat dan tegar. Ingin mengadu, tetapi pada siapa? Kembali
tersenyum dan tampil seolah tidak terjadi apa-apa, hanya itu yang bisa ia
lakukan.
Semua rasa sakit yang ia alami belum seberapa dibandingkan
dengan kehidupan keras yang dijalani sebelumnya, ia akan tetap bertahan demi
orang yang ia sayangi.
"Kamu harus kuat Vio, ini lebih baik dari pada kamu
harus pontang panting di jalanan dan mengorek sampah setiap hari." batin
si gadis, berusaha menguatkan dirinya.
Viona Anandita, gadis cantik berusia dua puluh satu tahun.
Enam bulan lalu, Viona terpaksa menikah dengan seorang lelaki yang sama sekali
belum ia kenal. Keadaan sang nenek yang mengidap penyakit gagal ginjal, membuat
Viona tak punya pilihan lain untuk tidak menerima tawaran pernikahan tersebut.
Ditambah lagi, janji pemberian fasilitas untuk sang nenek
yang sangat menjanjikan. Viona tidak berpikir panjang lagi, asal sang nenek
bisa cuci darah tiap minggu, asal sang nenek bisa dapat tempat tinggal yang
layak dan yang paling penting adalah asal sang nenek sembuh, Viona rela
melakukan apapun karena Nenek Utari adalah keluar satu-satunya yang Vio punyai
saat ini.
Enam bulan hidup dibawa atap yang sama, sekali pun Viona
tidak pernah ditatap ataupun berbicara langsung dengan pria yang telah sah
menjadi suaminya itu. Meski demikian, tak bisa dipungkiri, diam-diam Viona
telah menyimpan rasa pada suaminya.
Pria yang ia kenal bernama Alex, berperawakan tinggi,
bertubuh atletis. Memiliki alis mata tebal, hidung yang mancung dan sedikit
bulu-bulu halus yang melekat pada rahang tirusnya membuat wajah pria itu
terlihat sangat sempurna.
Dimata kaum hawa, Alex merupakan makhluk ciptaan Tuhan
paling seksi. Sebagai wanita normal, tentu Viona juga tertarik dengan
ketampanannya, apalagi status mereka adalah suami istri. Namun, Viona cukup
tahu diri, gadis itu memilih mengubur perasaannya dalam-dalam.
*******
Semua acara telah
usai, para tamu undangan satu persatu mulai berpamitan pulang. Bukan tamu,
lebih tepatnya kerabat dekat kedua mempelai, karena pernikahan mereka diadakan
secara tertutup.
Kini tinggalah keluarga inti yang masih berbincang ria di
ruangan tengah. Rona bahagia terpancar jelas dari wajah mereka, rupanya semua keluarga
menyambut hangat akan pernikahan kedua Alex.
Viona duduk termenung di tepi kolam renang, kursi santai
yang terbuat dari anyaman rotan itu seakan menjadi saksi bisu kepahitan yang ia
rasakan saat ini, matanya menatap sendu pada mereka semua. Meski hatinya
cemburu, tapi ia turut senang melihat kehangatan keluarga itu. Viona semakin
sadar diri, tidak ada tempat untuk dirinya di rumah mewah itu.
"Nak, kau baik-baik saja?"
Viona terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara.
Gadis itu tersenyum kecil sambil mengangguk, memberi isyarat bahwa dirinya
baik-baik saja.
Kakek Volcan mendekat, lalu mendudukan pantatnya disamping
Viona. Kakek Volcan menepuk pelan bahu Viona, hatinya terasa hancur mengapa
gadis itu masih saja berpura-pura kuat di hadapannya. Pria tua itu merasa telah
gagal, awalnya ia pikir, waktu enam bulan cukuplah untuk Viona menaklukan hati
Alex. Tetapi kakek salah, cucunya sangat keras kepala. Bahkan Alex tidak pernah
menganggap Vio ada.
Kakek akan menyetujui hubunganmu dengan wanitamu, tapi
setelah enam bulan pernikahanmu dan Viona. Kakek tua mengingat ucapanya pada
Alex saat itu. Pria tua itu semakin merasa bersalah, niat awal ingin melihat
Viona bahagia, mala membawa gadis dalam kehancuran.
"Maafkan kakek" kakek tua tak dapat lagi
membendung air matanya, tetesan buliran bening pun jatuh membasahi wajahnya
yang semakin keriput.
"Kenapa Kakek minta maaf? Vio tidak apa-apa, Kek. Vio
baik-baik saja, bukankah semua ini sudah seharusnya terjadi?" Viona
menggenggam erat tangan sang kakek.
"Jangan menangis Kek, nanti Vio juga ikutan
nangis" ucap Vio sambil tersenyum, matanya mulai berkaca-kaca.
"Menangislah, Nak. Dengan menangis kamu akan merasa
lebih baik"
Mendengar ucapan kakek, Viona tak mampu lagi menahan diri.
Ditamba elusan lembut dari sang kakek di kepalanya. Seketika Viona menumpahkan
segala kesedihannya, gadis itu menangis sesenggukan dalam pelukan sang kakek.
Meski baru enam bulan menikah, meski Alex tidak pernah menatap dirinya. Viona
telah menaruh hati begitu dalam, sakit rasanya. Bahkan lebih sakit dari
kehidupan keras yang ia jalani sebelumnya.
Viona mengendurkan pelukannya ketika menyadari aksinya dan
kakek tua menjadi pusat perhatian orang-orang yang sedang mengobrol di ruang tengah,
Viona cepat-cepat melepas pelukannya dan mengajak sang kakek ke dalam kamar.
"Ayo, Kek. Sudah waktunya Kakek istirahat" ucap
Vio dan langsung menuntun kakek menuju kamar.
"Lihatlah perempuan murahan itu, bahkan sekarang dia
berani terang-terangan menggoda kakek di depan kita" ucap Nyonya Veronika
yang tak lain adalah ibunda Alex.
"Entah pelet apa yang dia gunakan, sampai papa menurut
seperti itu sama dia" sambung Tuan Lukas yang diketahui adalah ayah tiri
Alex.
"Sudah, Mah. Tidak perlu mengurusnya." Alex
berusaha menenangkan ibunya.
"Benar kata Alex, Mah. Nggak usah pikirkan dia,
sebaiknya Mama, Papa sama Aluna juga istirahat sekarang" timpa Jessica
dengan penuh kelembutan, wanita itu mulai menjalankan perannya sebagai menantu
yang baik.
"Baiklah, mama sama Papa akan istirahat sekarang.
Bersenang-senanglah pengantin baru, Mama tidak sabar menunggu kabar baik."
Usai menggoda anak dan menantunya, Nyonya Veronika langsung mengajak Aluna dan
suaminya ke kamar.
Tuduhan-tuduhan seperti itulah yang sering didengar oleh
Viona, bahkan terkadang Nyonya Veronika berbicara terang-terangan saat Viona
sedang tidak bersama Kakek Volcan.
****
Winston Alexander Emeraldi, pria tampan berusia tiga puluh
empat tahun. Terlahir sebagai anak miliarder membuat Winston tidak tersentuh
oleh siapapun, bertumbuh dalam pengawasan ketat, disiplin dalam segala hal.
Wiston terbentuk menjadi kepribadian yang ambisius tapi penurut. Namun,
semuanya berubah ketika Winston mengenal sosok Jessica, pria itu menjadi
pembangkang dan suka menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak jelas.
Inilah alasannya mengapa sang kakek menatang keras
hubungannya dengan Jessica. Menurut kaca mata kakek, wanita itu hanya akan
membawa pengaruh buruk pada cucunya.
Penutup
Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab selanjut nya yaitu Bab 2 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap
Menarik
BalasHapus