Bab 2 Pernikahan Yang Tak Dianggap
Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic,comedi dan fiksi banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada
kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini.
![]() |
Bab 2 Pernikahan Yang Tak Di Anggap |
Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 2
Hari berganti hari, kini seminggu sudah Viona hidup seatap
dengan madunya. Viona menjalankan tugasnya seperti biasa, merawat dan menemani
kakek setiap saat. Beberapa kali, Viona tidak sengaja melihat Alex sedang bercumbu mesra dengan
Jessica istri barunya, bahkan Alex memperlakukan wanita itu bak seorang putri
raja.
Sakit? Tentu saja sangat sakit, bahkan hancur
berkeping-keping hatinya. Apa istimewa Jessica? Apa perbedaan dirinya dengan
wanita itu? Bukankah mereka sama-sama perempuan? Lalu mengapa Alex tidak bisa
bersikap baik padanya walau hanya dikit saja?
Pagi ini, seperti biasa, semua keluarga berkumpul dimeja
makan.
"Eehh, penganti baru, makin mesra aja" ucap Nyonya
Veronika ketika melihat Alex dan Jessica
bergandengan tangan menuruni anak tangga.
"Makin lengket, kek prangko nggak bisa lepas."
timpa Aluna, anak perempuan Veronika dari pernikahan keduanya.
Aluna terkekeh kecil menampakan seluruh giginya ketika
mendapatkan tatapan dingin dari Alex kakaknya.
"Pagi, Mah, Pah, Lun" sapa Jessica. Wanita itu
menarik kursi dan mempersilakan Alex duduk.
"Pagi sayang" sahut Nyonya Veronika ramah,
sementara Aluna dan papanya hanya memberi senyuman kecil.
"Makan yang banyak sayang, ini semua makanan sehat.
Mama sendiri loh yang pilihin sayurannya" Wanita paruh baya itu mengambil
beberapa sayuran dan lauk untuk menantunya.
"Makasih, Mah" Jessica tersenyum manis menyambut
kebaikan mertuanya.
"Lex, Mama harap kalian tidak menunda untuk punya
anak"
Uhuukkk uhukkkk, Jessica tersendat air yang baru saja ia
teguk.
"Pelan-pelan minumnya" ucap Alex, tangannya
menyapu-nyapu punggung Jessica yang masih terbatuk-batuk. Entah malu atau apa?
Jessica langsung tersedak saat mendengar ucapan mama mertuanya.
"Aku nggak apa-apa, Lex. Aku ke belakang sebentar,
ya."
"Mau ditemani?"
"Nggak usah sayang, aku bisa sendiri" sahut
Jessica sambil memegang pundak Alex agar suaminya itu tidak khawatir.
"Mah, Jessica ke belakang bentar ya."
Nyonya Veronika mengangguk sambil tersenyum, melihat
kemesraan Alex dan Jessica, ditambah menantunya begitu ramah dan lembut saat
berbicara. Nyonya Veronika semakin yakin Alex akan hidup bahagia kedepannya.
"Papahku mana?" tanya Veronika, ketika melihat
Viona berjalan seorang diri kemeja makan.
"Kakek lagi tidak enak badan, kakek minta sarapan di
kamar" sahut Viona sopan.
"Apa yang sudah kau lakukan sampai papaku bisa sakit,
ha?" Veronika tampak tak terima dengan jawaban Viona.
"Maaf, Mah. Tapi Vio tidak melakukan apa-apa."
"Hentikan dramamu, cepat bawakan makan untuk
papaku" bentak Veronika dengan nada sedikit meninggi.
"Iya, Mah" Viona langsung mengambil nasi dan lauk
untuk Kakek Volcan.
Sementara yang lainnya melanjutkan makan, seolah tidak
terjadi apa-apa. termasuk Alex.
****************
*Kamar
Kakek Volcan*
"Bagaimana keadaan, kakek?"
Viona terperanjat, dirinya yang baru saja selesai menyuapi
kakek dan hendak keluar untuk menaruh pikir bekas makan kakek, terkejut saat
melihat Alex telah berdiri di depan pintu.
Sesaat pandangan kedua makhluk yang telah sah tapi belum
pernah bersentuhan itu terkunci. Jantung Viona berdetak kencang seakan ingin
melompat keluar, ini pertama kalinya ia berdiri dalam jarak yang dekat dengan
Alex dan ini juga pertama kalinya ia beradu panda dengan Alex.
"Maaf" Viona merasa malu saat menyadari
perbuatannya, gadis itu segera menundukan kepala lalu cepat-cepat pergi tanpa
berucap apapun.
Alex sedikit bingung melihat tingkah Viona, Ada apa
dengannya? Alex menaikan sebelah Alisnya.
"Kakek," Alex melangkah masuk dan mendekat
keranjang kakek. "Gimana keadaan Kakek?" tanya Alex. Tangannya
terulur menggenggam jemari keriput sang kakek yang telah habis dimakan usia.
"Seperti yang kamu lihat, Nak. Kakek baik-baik
saja" kakek tua berusaha membenarkan posisinya sontak Alex langsung
membantunya.
"Katakan, apa yang kakek inginkan?"
"Keinginan kakek satu-satu hanya mau melihat kamu
bahagia, Lex" Kekek menatap cucunya lekat. "Seminggu terakhir, kakek
perhatikan kamu sudah sangat bahagia dengan pernikahan keduamu"
Alex terdiam, mencerna setiap ucapan sang kakek.
"Jika kamu sudah yakin dengan pilihanmu, kakek ikut
bahagia. Kakek tidak punya alasan untuk tidak merestuimu, semoga kamu bahagia
selalu"
Alex tersyum senang mendengar ucapkan kakek, restu dari
kakek adalah kabar bahagia yang ingin didengar oleh Jessica, dalam hatinya,
Alex sudah tak sabar ingin menyampaikan
kabar gembira itu pada istrinya.
"Kakek sudah sangat lelah, Lex. Biarkan kakek
istirahat" Kakek tua mulai membenah diri untuk tidur.
"Baiklah, Alex tinggal ya, Kek. Sore nanti Dokter Irwan
akan kesini untuk periksa Kakek" ucap Alex sambil membenarkan selimut
kakek.
"Alex!"
Panggilan kakek menghentikan langkah Alex yang hendak
keluar. Pria itu berbalik dan kembali menatap sang kakek.
"Iyah, Kek."
"Berjanjilah satu hal pada kakek untuk yang terakhir
kalinya"
"Kekek bicara apa? Katakan! Apapun keinginan Kekek,
Alex janji akan turuti semuanya" Alex kembali menggenggam tangan Kakek
Volcan.
"Berjanjilah untuk tidak mengusir Vio dari sini walau
kakek telah tiada, ada nyawa yang sedang gadis itu perjuangkan.
Alex mengangguk pelan sambil mencerna ucapan sang kakek. Ada
nyawa yang sedang diperjuangkan? Mungkinkah selama ini Alex beserta semua orang
rumahnya telah salah menilai Viona?
Penutup
Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan
ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab
selanjut nya yaitu Bab 3 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap
Posting Komentar untuk "Bab 2 Pernikahan Yang Tak Dianggap "