Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bab 174 Pernikahan Yang Tak Dianggap

Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic, banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.

Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau kelanjutan dari cerita nya.

Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap, Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel berikut ini.

Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 174

Bab 174 Pernikahan Yang Tak Dianggap 

Saat sedang nonton TV dibawa, barang pesanan pun datang. Kinara langsung ke kamar dan mencoba semuanya satu persatu. Pikir Kinara, ia akan mencobanya terlebih dahulu sebelum memakainya nanti malam.

.

.

Kinara berpose ria di depan kaca besar yang  berada di dalam ruangan ganti itu. Sambil menempelkan satu lingerie ke badannya, Kinara terus berganti gaya ala-ala model profesional.

Ketika membalikan badan, Kinara terkaget dan langsung mematung. Lingerie yang ia pegang barusan terjatuh begitu saja ke lantai. Melihat sang suami yang tetap terdiam di tempat, Kinara mengikuti arah pandang David.

Sontak kedua tangannya langsung menutup area sensitifnya yang terekspos jelas. Kinara baru menyadari saat ia sedang mengena lingerie transparan. Merasa David masih terfokus padanya, Kinara berusaha mencari sesuatu untuk menutup tubuhya bagian depan.

"Astaga" Kinara menggigit bibir bawahnya saat tidak menemukan apapun. Gadis itu belum putus asa, tangannya meraih paper bag yang masih terisi beberapa lingerie didalam untuk menutup tubuhnya.

"Turunkan paper bag itu" perintah David. Pria itu masih tetap pada posisinya dan dengan tatapan yang sama.

Mendengar perintah sang suami, Kinara perlahan menurunkan paper bag tersebut. Gadis itu terlihat gugup ketika David melangkah perlahan ke arahnya.

"Dari mana kamu dapat baju-baju ini?" tanya David yang telah berdiri di hadapan istrinya.

"A-aku belinya di …," Kinara tidak berani melanjut perkataannya. Gadis itu menunduk takut David akan memarahinya.

"Siapa yang mengajarimu, Sayang?" David kembali bertanya sambil mengangkat dagu sang istri.

Kinara menatap sejenak wajah suaminya lalu menggeleng pelan. "Tidak ada, aku hanya ingin …,"

Belum juga Kinara menyelesaikan ucapannya, David telah membungkam mulutnya dengan ciuman lembut.

"Ternyata kamu pintar juga memanjakan mata suami," puji David setelah melepaskan ciuman mereka.

"Om tidak marah?" tanya Kinara polos.

"Tidak sayang, justru aku akan memintamu memakainya setiap hari" 

"Ha? Setiap hari? Bagaimana jika yang lain melihatku seperti ini,?" Kinara tampak berpikir, bagaimana ia bisa keluar kamar dengan pakaian seperti itu.

"Pakai hanya di kamar ini sayang, saat menjelang tidur."

"Oh"  Kinara bernalas lega. "Tapi masa harus tiap malam? Baju ini tidak ada menariknya sama sekali" keluh Kinara.

"Menarik sayang, bahkan sangat indah. Kamu terlihat sangat cantik mengenakan baju ini"

"Benarkah?" Kinara tampak berbinar mendengar pujian suaminya.

"Ya" David tersenyum penuh arti lalu mengecup bibir istrinya sekilas. "Kamu sudah mandi?" tanya David.

"Belum" Seiring dengan sehutan Kinara, David langsung mengangkat tubuh istrinya membuat gadis itu menjerit karena kaget.

"Mau ngapain?" tanya Kinara.

David tidak menjawab, pria itu membawa masuk istrinya kamar mandi dan mengunci pintunya rapat-rapat.

"Om kita mau ngapain .... Awww" Kinara kaget karena air shower telah mengguyurnya tiba-tiba.

David mendekat dan memegang kedua tangan istrinya, sibawa air shower yang terus mengalir, pasangan suami istri itu saling beradu pandang.

David menuntun tangan sang istri ke dada bidangnya dan berkata. "Buka sayang," pinta David. Pria itu meminta Kinara melepas kancing kemejanya.

Kinara terdiam sambil menatap wajah David, jantung gadis itu berdetak sangat kencang. Apa David akan meminta haknya sekarang?

Perlahan namun pasti, jemari lentik Kinara mulai melepas satu persatu kancing baju suaminya. Kinara mematung menatap dada bidang David yang terpampang nyata di depan matanya.

"Lanjut, Sayang" pinda David lagi.

Kinara menggeleng, ia tidak punya keberanian untuk membuka celana sang suami. Namun, penolakannya percuman, lagi-lagi David menuntun tangannya kesana.

Sungguh saat ini detak jantung Kinara melaju lima kali lipat lebih cepat dari biasanya. Tidak ingin mengecewakan sang suami, Kinara  memberanikan diri dan mulai membuka ikat pinggang David.

Saat menarik kancing celana kebawa, bulu badan Kinara merinding tiba-tiba ketika sebuah ******* kecil lolos begitu saja dari mulut David. Kinara mendongakkan kepala melihat sang suami yang sedang menatap ke atas seolah sedang menikmati semuanya.…..(Bersambung)

Penutup

Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab selanjut nya yaitu Bab 175 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap

Posting Komentar untuk "Bab 174 Pernikahan Yang Tak Dianggap "