Bab 180 Pernikahan Yang Tak Dianggap
Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic, banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada kali
ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini.
Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 180
Pukul enam sore hari, Davd baru saja pulang dari kantor. Pria
melangkah masuk rumah dengan perasaan sedikit aneh, biasanya sang istri selalu
menunggu didepan pintu dan menyambutnya pulang Kerja.
"EI, dimana Nara?" tanya David pada Misel yang
sedang menonton TV diruang keluarga.
Belum juga Misel menjawab pertanyaan David. Kinara telah
muncul dari atas tangga. "Aku Disini, Mas. Maaf ya aku telat turun
kebawa" ucap Kinara pelan. Wajah wanita itu terlihat pucat.
"Tidak apa-apa, Sayang" David berjalan menyambut sang
istri. "Kamu kenapa, sayang?" tanya David ketika menyadari wajah
pucat sang istri. Pria itu menyentuh kening Kinara untuk memastikan suhu
tubuhnya.
"Tidak apa-apa, Mas. Mungkin aku sedikit
kelelahan" sahut Kinara berusaha tersenyum pada sang suami.
"Kelelahan! Apa yang kamu kerjakan? Kenapa bisa sampe
pucat begini?" raut marah mulia terlihat diwajah David. "Kemana semua
pelayan rumah ini? Bik Marni," panggil David dengan suara meninggi.
"Iya, Tuan" Bik Marni datang dengan perasaan takut
– takut .
"Apa yang kalian lakukan dirumah ini? Kenapa istri saya
sampe sakit begini?" Karena khawatir bercampur emosi, David tidak
mendengar Kinara yang sejak tadi memanggil dan berusaha meraih lengan bajunya.
"Nara" Teriak David. Pria itu sigap menangkap
tubuh sang istri yang hampir saja jatuh ke lantai.
David menggendong Kinara dan membaringkannya di atas sofa,
wajahnya terlihat panik dan gelisah, David takut istrinya mengalami sakit yang
serius.
"Nara ... Sayang, bangung sayang" David menepuk-nepuk
pipi Kinara. Namun, Kinara tidak meresponnya sama sekali.
"Cepat siapkan mobil" teriak David dan langsung menggendong
sang istri keluar rumah. Misel dan Pak Bambang pun ikut keluar untuk
mengantarkan Kinara ke rumah sakit.
David meminta Misel menemani Kinara di belakang, sementara
ia sendiri yang menyetri dan Pak Bambang duduk disampingnya.
Beberapa menit menempuh perjalanan, mereka pun tiba di rumah
sakit, David langsung menggendong istrinya masuk ruang UGD. Baru juga
menginjakkan kakinya di pintu masuk, David berteriak memanggil dokter untuk
segera menangani istrinya.
"Dokter." Panggil David. "Cepat periksa istri
saya" ucap
David setelah membaringkan istrinya di atas brankar pasien.
"Tenang, Tuan. Jangan panik," Dokter berusaha menenangkan
David.
"Jangan panik gimana? Anda tidak lihat wajah istri saya
pucat begini. Cepat periksa" Rasa khawatir yang berlebihan membuat David
tanpa sadar membentak dokter yang hendak memeriksa istrinya.
"Apa yang terjadi pada istri saya?" tanya David
tak sabar.
"Istri Anda Sedang hamil, Tuan" sahut dokter
langsung pada intinya karena tidak ingin dibentak lagi oleh David.
"Hamil? Ah syukurlah hanya hamil," ucap David
legah. Namun, sepersekian detik kemudian pria itu baru menyadari ucapan dokter.
"Hamil? Maksud Dokter istri saya sedang hamil dan saya
akan menjadi seorang ayah?" tanya David dengan mata bersinar.
"Ya, selamat Tuan sebentar lagi Anda akan menjadi seorang,
Ayah" Pak Dokter memberi ucapan selamat.
"Terima kasih, Dok" David menyalami Pak Dokter
penuh semangat lalu kembali memperhatikan wajah istrinya dengan raut penuh
haru, hati David sungguh Bahagia saat ini.
"Sayang, bangun ... Kamu hamil, Sayang. Sebentar lagi kita
akan punya anak" ucap David sembi mengecup kening dan tangan sang istri
berkali-kali.
Kinara tersadar dan perlahan mulai membuka matanya.
"Kamu hamil sayang," ucap David lagi. Kinara tidak
bisa berkata-kata apa-apa, sumpah demi apapun, perasaanya sangat ini sangat
berbahagia .
Wanita itu menatap kearah dokter untuk memastikannya lagi.
Dokter yang ditatap pun mengangguk pasti. "Ya, Anda sedang
hamil Nyonya. Usia kandungan Anda sudah memasuki minggu keempat." jelas
dokter.
Kinara menatap wajah suaminya penuh haru, tanpa terasa
tetesan air mata kebahagian pun mengalir begitu saja. "Aku hamil,
Mas" ucap Kinara dan David pun mengangguk pasti. Pasangan suami istri itu
saling berpelukan penuh haru
semua keluarga begitu Bahagia mendengar kehamilan Kinara,
Pak Bambang merasa senang karena sebentar lagi dia akan menimang seorang cucu,,
Misel juga tak kalah senang menanti keponakannya. Begitu pun dengan kedua orang
tua David, mereka juga bahagia saat mendapat kabar tentang kehamilan sang
menantu.
Karena kondisi Kinara masih lemas, dokter menyarankan untuk
menginap dirumah sakit
Saat sedang mendorong Kinara ke ruang rawat, David tidak
sengaja berpapasan dengan Alex di koridor rumah sakit.
"Alex, David," Kedua pria itu saling menyapa
bersamaan.
"Nara, Kenapa?" tanya Alex.
"Tidak kenapa-napa, Bro. Bentar lagi gua bakal punya anak,"
sahut David penuh bangga.
"Wah selamat ya, Bro." ucap Alex sambil memeluk
David.
Pria itu turut senang atas kebahagian sahabatnya.
"Selamat ya, Nara" timpa Alex.
"Makasih, Kak Alex" sahut Kinara. Sejak menikah
dengan David, Alex meminta kinara memanggilnya kakak. Bukan tanpa alasan Alex
melakukan semua itu, ia hanya ingin membalas David, karena istrinya memanggil David
dengan sebutan kakak juga.
"Loe sendiri ngapain disini, Bro?" tanya David.
Alex tersenyum sebelum menjawab pertanyaan David.
"Anak gua mau lahir, Bro. Doain ya biar semua
lancar."
"Amin" ucap David dan Kinara bersamaan.
Keesokan harinya, semua keluarga menunggu didepan ruang
bersalin dengan wajah tegang. Disana ada Nyonya Veronika, Nenek Uti, Pak
Bambang, Misel, Dokter Irwan, Kinara dan juga David.
Mereka semua berdiri menyambut kelahiran putri pertama Viona
dan Alex. Beberapa saat mereka semua menunggu, terdengar di dalam sana ada
suara tangisan bayi yang membuat hati mereka semua legah dan senang.
"Alhamdulillah" ucap mereka semua bersamaan lalu saling
memberi ucapan selamat.
Mendapat dua kabar bahagia sekaligus, rona Bahagia terpancar
jelas dari wajah mereka semua. Keluarga Alex mau David sangat berbahagia
menanti kehadiran malaikat kecil itu.
~~~~~~TAMAT~~~~~~
Penutup
Terimah kasih telah membaca Novel Yang Kami Berikan , Kami
juga telah memberikan beberapa novel yang tidak kalah serunya yaitu
Posting Komentar untuk "Bab 180 Pernikahan Yang Tak Dianggap "