Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bab 37 Pernikahan Yang Tak Dianggap

Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic,comedi dan fiksi banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.

Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau kelanjutan dari cerita nya.

Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap, Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel berikut ini.

Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 37

Alex telah dipindahkan ke ruangan rawat, kesehatan fisiknya semakin membaik. Meski setelah ini Alex harus sering-sering mengunjungi psikolog, pria itu merasa senang karena Viona sering mengunjunginya. Bahkan gadis itu sering mengantarkan makanan untuknya.

Hubungan mereka berdua mengalir begitu saja, Viona mendekat karena rasa bersalahnya. Sementara Alex, pria itu semakin nyaman dengan kehadiran Viona disisinya.

Selama berkunjung ke rumah sakit, ada satu hal yang selalu menjadi pertanyaan dihati Viona. Dimana Jessica? Mengapa wanita itu tidak pernah kelihatan selama Alex di rumah sakit?

Tak ingin ikut campur dengan urusan Alex, Viona memilih diam. Pikirnya, mungkin saja saat ia datang Jessica telah pulang ke rumah.

Bab 37 Pernikahan Yang Tak Dianggap 

Kini, tiga hari sudah Alex menginap di rumah sakit dan pagi ini, dokter telah mengijikannya pulang.

"Bos," ucap David. Saat masuk ke ruang rawat Alex.

"Heemm," sahut Alex tidak bersemangat.

David merasa heran, mengapa bosnya itu  tidak ada semangat untuk pulang? Biasanya Alex paling cerewat meminta rawat jalan pada dokter karena tidak betah berlama-lama di rumah sakit.

"Kenapa harus kamu sih yang datang?" tanya Alex. Pria itu enggan mengganti baju pasiennya.

David semakin bingung, ada apa dengan Alex? Bukankah biasanya ia juga yang menjemput? Apa dia sedang menunggu seseorang? batin David.

Alex terus memandang kearah pintu. Saat ada yng mengetuk pintu dari luar, pria itu langsung bergerak cepat membukakan pintu.

Wajah yang tadi berseri saat membuka kan pintu berubah seketika saat melihat seorang suster yang tampak dibalik pintu.

"Maaf, Tuan Winston. Saya kesini untuk bantu beres-beres." ucap suster tersebut dengan kepala menunduk.

"Pergi, pergi. Saya bisa melakukannya sendiri," ucap Alex. Tangannya mengisyarat agar suster itu cepat pergi.

Alex berbalik dan hendak menutup pintu, namun ada sebuah tangan yang menahan pintu dari luar.

"Sudah kukatakan pergi dari si-ni" ucap Alex hampir tak terdengar kata terakhirnya.

"Baiklah saya akan pergi," sahut Viona. Ternyata gadis itulah yang menahan pintu.

"Bukan! Bukan begitu maksudku. Ayoo masuk," Alex menuntun Viona masuk. Wajahnya yang tadi kusut berubah dalam sekejap, Alex langsung bersemangat.

Sementara David menggeleng pelan melihat sikap Alex. Apa benar bosnya itu sudah jatuh cinta pada Viona?

.

.

.

"Maaf saya tidak bisa berlama-lama disni, saya harus ke kantor lebih awal." ucap Viona sambil memberi sebuah paper bag yang berisi sarapan untuk Alex.

Alex terdiam, padahal ia ingin Viona menemaninya sarapan. Otak Pria itu mulai berpikir keras agar bisa sedikit lebih lama bersama Viona.

"Tunggu sebentar," ucap Alex lalu bergegas ke kamar mandi.

Lima menit kemudian, Alex pun keluar dari kamar mandi. Pria itu telah mengganti pakaian pasiennya, bahkan wajahnya terlihat lebih segar dari sebelumnya.

"Ayo berangkat," ucap Alex.

"Kemana?" tanya Viona.

"Antar kamu ke kantor" sahut Alex santai.

"Jangan! Kamu baru saja sembuh. Saya bisa berangkat sendiri," tolak Viona. Ia merasa tak enak hati.

"Bukan masalah besar, ayo," ucap Alex. Pria itu menarik tangan Viona dan hendak membawanya keluar. "Vid, jangan lupa makananya dibawa juga." Alex melangkah keluar bersama Viona tanpa beban.

David tampak pasrah, dengan besar hati, pria itu memungut dan membawa pulang barang-barang Alex selama menginap di rumah sakit.

"Dasar Bos nggak ada akhlak," omel David.

...****************...

Didalam mobil mewah itu, keadaan tampak hening. Alex terlihat canggung harus memulai percakapan dari mana. Sesekali ia melirik Viona yang tampak sibuk dengan ponselnya.

Ingin sekali Alex bertanya, apa yang sedang kamu lakukan? kenapa kamu senyum-senyum sendiri dengan ponselmu? Namun, Alex berusaha keras menahan diri, ia tidak ingin Viona merasa tak nyaman didekatnya.

Hingga hampir tiba di gedung Emerald Group, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Alex maupun Viona.

"Saya turun disini saja, tidak enak turun di depan kantor." ucap Viona. Gadis itu tidak ingin ada gosip ataupun pertanyaan aneh-aneh tentang dirinya dan Alex.

Alex menurut dan menepikan mobil, pria itu tetap dalam mode diam.

"Terima kasih," ucap Viona lalu keluar dari mobil.

Alex tidak menjawab ucapa Viona, ia langsung menancap gas dan pergi begitu saja.

"Ada apa dengannya? Kenapa sikapnya tiba-tiba aneh begitu?" ucap Viona pelan sambil melihat mobil Alex yang melaju begitu cepat.

Mungkinkah seorang Tuan Winston Alexander Emeraldi sedang terbakar cemburu?…..(Bersambung)

Penutup

Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab selanjut nya yaitu Bab 38 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap

Posting Komentar untuk "Bab 37 Pernikahan Yang Tak Dianggap "