Bab 39 Pernikahan Yang Tak Dianggap
Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic,comedi dan fiksi banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada
kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini.
Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 39
"Dari mana, Pah? Ko jam segini baru pulang?" tanya
Nyona Veronika lembut.
"Itu Mah, tadi kliennya minta ditemani makan malam
sekalian, papah nggak enak mau nolak " sahut Tuan Lucas mantap.
"Jadi Papah udah makan? padahal mama nungguin loh mau
makan berdua sama, Papa" ucap Nyonya Veronika dengan wajah sedih.
"Jangan sedih gitu dong mukanya, ayo papah temani
makan" rayu Tuan Lucas.
![]() |
Bab 39 Pernikahan Yang Tak Dianggap |
"Benaran? Tapi Papah ikutan makan ya?" ucap Nyonya
Veronika. Sejak kecil, Veronika tidak terbiasa makan sendiri, jika tidak ada
anggota keluarganya, maka Nyonya Veronika akan minta ditamini oleh para pelayan
di rumahnya. Menurut Nyonya Veronika, makan bersama lebih nikmat dari pada
sendirian. Bahkan saat makan sendiri diluar pun, Nyonya Veronika akan meminta
salah satu pelayan restoran menemaninya makan.
"Pokoknya apapun akan papah lalukan untuk istri papa
tercinta" sahut Tuan Lucas lalu merangkul istrinya menuju meja makan.
Nyonya Veronika terseyum senang menyambut perlakuan
suaminya.
"Dimana Alex?" tanya Tuan Lucas dicela makan
mereka.
"Alex di apartamen David, katanya mau nginap beberapa
hari disana" sahut Nyonya Veronika.
Lucas Admaja hanya mengangguk menanggapi ucapan istrinya.
.
.
.
"Karena Papah udah baik dan sayang bangat sama mama,
mama punya sesuatu buat papah" ucap Nyonya Veronika setelah mereka selesai
makan. Wanita tua itu pun bergegas ke kamar untuk mengambil sesuatu.
Sementara, Tuan Lucas bernafas legah, istri tak curiga sama
sekali.
Beberapa saat kemudian, Nyonya Veronika kembali, dengan
sebuah kotak kecil ditangannya dan langsung menyerahkan pada suaminya.
"Apa ini, Mah?" tanya Tuan Lucas, saat menerima
kotak tersebut.
"Buka aja, nanti juga Papa tau." sahut Nyonya
Veronika.
Tuan Lucas pun membuka kotak tersebut,
"Ini benaran, Mah?" tanya Tuan Lucas tak percaya.
Didalam kotak sebut ada sebuah kunci mobil yang sangat diingkan oleh Tuan Lucas
selama ini.
"Benar dong Pah, masa mama bohong sama, Papah. Itu
mobilnya atas nama Papah sendiri, BPKBnya nyusul nanti ya, masi diurus sama
David." Jelas Nyonya Veronika meyakinkan.
"Makasi banyak, Mah. Mama emang istri papa yang paling
pengertian" ucap Tuan Lucas sambil memeluk erat istrinya.
Lucas Admaja merasa dirinya sedang kerutuhan duren,
sepanjang hari tadi berada dalam surga duani dan sekarang, istrinya memberi
hadiah dengan jumba yang sangat fantastis.
La Vaiture Noire, mobil termahal didunia. Mobil yang dirancang
hanya tiga unit dan dibandrol dengan harga senilai dua ratus tujuh puluh tujuh
miliar.
Imajinasi Lucas Admaja mulai berjalan kemana-mana, memiliki
aset atas nama pribadinya hingga dua ratus miliar, sudah pasti semua orang akan
merasa segan dan menghormatinya.
"Sama-sama, Pah. Papa senang mama juga ikut
senang." Nyonya Veronika membalas pelukan suaminya.
"Yaa udah, Mah. Papa mandi dulu ya, udah gerah bangat
nih." ucap Tuan Lucas setelah melepas pelukan mereka.
Nyonya Veronika mengangguk menanggapi ucapan Lucas, wanita
paruh baya itu terseyum miris sambil melihat punggung suaminya.
...****************...
Di sebuah ruangan fitnes seorang pria sedang berolahraga,
sudah hampir dua jam bercengkraman dengan besi-besi itu. Namun, pria tersebut
merasa belum puas.
Seakan ingin melampiaskan semau emosinya, pria itu
bergantian kesana kemari memaikan semua alat berat yang barada dalam ruangan
itu.
Alex merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya, mengapa
wajah Viona saat seyum-seyum dengan ponselnya selalu muncul dikepalanya? Alex
sengaja berolahraga untuk melupakan semua itu, namum bayangan itu terus saja
menghantuinya.
Aaakkkhhhhh,
"Bisa gila gua, kalo gini terus" ucap Alex ngos-ngosan. Pria
itu mengambil botol air minum dan meneguknya hingga tandas..
Alex keluar dari ruangan fitnes, pria itu menaiki anak
tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
Saat ini, Alex menginap di apartamen David. Ketika sedang
ada masala, Alex memilih menginap di tempat David. Jika saja tidak punya fobia,
mungkin Alex akan tinggal sendiri di apartamenya.
Sesampainya di kamar, Alex langsung menuju kamar mandi untuk
membersikan diri. Lima belas menit kemudian, Alex telah rapih berpakaian.
"Tidak buruk" ucap Alex pelan, saat melihat
penampilannya dikaca.
Celana komprang pendek, kaos oblong, dan sebuah jaket kain
sederhana. Tak lupa sebuah sandal jepit dan topi yang melengkapi penampilannya.
Setelah memastikan penampilannya rapih, Alax bergegas turun
kebawa.
"Antarin, gua" ucap Alex pada David yang sedang
duduk diruang tamu sambil memangku leptopnya.
"Kemana malam-malam gini?" tanya David. Pria itu
mengeriatkan dahinya, ketika melihat penampilan Alex.
"Udah ikut aja, nanti juga Loe tau" sahut Alex.
David menggeleng pelan, ia bisa menebak kemana Alex akan
pergi. sepertinya Bosnya itu benar-benar sedang jatuh cinta.......……..(Bersambung)
Penutup
Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan
ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab
selanjut nya yaitu Bab 40 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap
Posting Komentar untuk "Bab 39 Pernikahan Yang Tak Dianggap "