Bab 40 Pernikahan Yang Tak Dianggap
Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic,comedi dan fiksi banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada
kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini.
Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 40
![]() |
Bab 40 Pernikahan Yang Tak Dianggap |
Dalam sebuah kamar kos sederhana, seorang gadis tampak
sedang membersihkan kamarnya.
Selesai merapikan kasur, gadis itu menyapu dan mengepel
lantai kamarnya yang luasnya tak seberapa itu.
Viona Anandita, bukan hanya ramah dan baik hati. Viona juga
gadis yang rajin, sebelum tidur, kamarnya harus tertata tapi dan bersih, agar
esok pagi ketika ia bangun, Viona tidak perlu repot-repot lagi membersihkannya.
Viona mengambil sampah yang sudah ia satukan didalam sebuah
plasti, lalu gadis itu pun membuka pintu dan hendak keluar untuk membuangnya.
Hummmmpppp, Viona membulatkan matanya sempurna ketika,
tiba-tiba saja mulutnya dibekap oleh seseorang.
"Sutttttt, ini aku Alex. Jangan teriak" ucap Alex
pelan sambil memberi isyarat dengan jari telunjuknya.
Alex terpaksa masuk seperti seorang pencuri karena telah
melewati jam bertamu di kosan Viona.
Sebelumnya, Alex sedikit ragu untuk masuk saat membaca
peraturan jam bertamu di kosan itu, namum melihat area sekitaran yang sudah
sepih, pria itu langsung menerobos masuk begitu saja.
Setelah memastikan tidak ada orang yang melihatnya aksinya,
Alax menutup pintu kamar lalu melepas topinya.
"Lepasin, kamu gila ya? Aku bisa mati kehabisan
napas" ucap Viona sedikit kesusahan bernafas. "Ngapain kamu kesini
malam-malam, kalo sampe ketahuan pemilik kos, kamu bisa kena masala" Viona
bukan hanya kesal dengan tidakkan Alex, gadis itu juga takut digerebek warga
karena berduaan dengan seorang pria di dalam kamar kos.
"Makanya pelankan suaramu" ucap Alex, lagi-lagi
pria itu memberi isyarat dengan jarinya.
"Okeh, sekarang katakan, ada urusan apa kamu
kesini?" Viona mengala dan mengecil suara.
"Kenapa kamu sangat tidak sopan menyambut tamu?
Harusnya, kamu mempersilakan aku dan menawarkan aku segelas kopi, setelah itu
baru kamu tanyakan apa tujuan aku kesini" ucap Alex panjang lebar.
Viona merasa tak percaya dengan ucapan Alex. Dia yang
menerobos masuk kesini, kenapa jadi aku yang tidak sopan? batin Viona.l
"Jangan basa basih, Tuan Alex, cepat katakan apa tujuan
Anda kesini." ucap Viona.
Alex tidak menggubris perkataan Viona, pria itu mengendarkan
pandangannya kesekeliling kamar. Nyaman, satu kata yang ia dapati dari kamar
Viona.
"Stop!" ucap Viona saat Alex hendak melangkah maju
"Tolong jangan mengotori lantai saya, karena saya baru saja
mengepelnya"
Alex mematung, ia paham apa maksud Viona. Tanpa ragu-ragu
pria itu melepas sandal jepitnya lalu berjalan memeriksa bagain dapur dan kamar
mandi Viona.
"Sudah selesai Anda berpatroli, Tuan? Silakan pergi
karena saya harus tidur sekarang." ucap Viona tegas.
"Tidur saja, bukanya kasurmu ada disitu" sahut
Alex santai.
"Apa maksudmu? Gimana aku bisa tidur kalo kamu terus
mondar mandir seperti itu."
"Oke, aku duduk disini. Sekarang kamu bisa tidur dengan
nyaman" ucap Alex, pria itu duduk sambil bersandar pada tembok.
"Jangan Gila, Tuan Alex. Kita bukan muhrim. Lagian,
orang kaya seperti Anda, mana bisa tidur pake kipas angin seperti ini."
Viona menunjuk kipas airnya yang berukuran sedang itu. ia semakin merasa kesal
melihat kelakuan Alex.
Alex terseyum, dugaannya benar. Yang Viona tau mereka sudah
sah bercerai. Alex berdiri lalu berjalan mendekati Viona yang diri didekat
pintu.
"Stop disitu! Mau ngapain kamu?" ucap Viona. Gadis itu pelan-pelan mundur
kebelakang.
Alex terus maju, tidak peduli dengan ucapa Viona.
"Bagaimana kalo aku bulang kita masi sah suami istri?" tanya Alex,
matanya terus memandangi wajah Viona.
"Tidak, jangan asal bicara, Alex. Kubilang berhenti
disitu!" ucap Viona, nada gadis itu sedikit meninggi. tangan kanannya
berushan menahan tubuh Alex yang semakin mendekat.
"Percaya tidak percaya, tapi itulah kenyataannya,
Viona" Alex memegang tangan Viona yang terletak pas didadanya. "Aku
tidak pernah menceraikanmu hingga detik ini"
Alex menatap sendu wajah Viona, pria itu mengingat semua
kesalahan yang pernah ia lakukan pada Viona.
Sementara Viona, Gadis itu tidak percaya dengan ucapan Alex.
Bukankah Alex tidak mengingkan pernikahan mereka, bahkan pria itu sendiri yang
telah mengusirnya dari rumah. Lalu apa ini?.......……..(Bersambung)
Penutup
Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan
ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab
selanjut nya yaitu Bab 41 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap
Posting Komentar untuk "Bab 40 Pernikahan Yang Tak Dianggap "