Bab 66 Pernikahan Yang Tak Dianggap
Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic,comedi dan fiksi banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada
kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini.
Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 66
![]() |
Bab 66 Pernikahan Yang Tak Dianggap |
Alex mengenakan kembali bajunya dan berdiri menunggu Viona didepan pintu, tadinya Alex memaksa
ingin ikut masuk ke kamar mandi, namun, Viona menolaknya. Gadis itu masih
sangat malu jika harus terlihat telanjang didepan Alex.
Di dalam kamar mandi, Viona melamun sambil menatap
bayangannya didepan kaca, ia memegangi bibir yang bengkak akibat ulang Alex.
Viona juga memperhatikan dua gunung kembarnya yang terdapat
banyak sekali jejak kepemilikan disana. Viona menutup wajahnya malu-malu saat
mengingat aksi panas yang mereka lakukan baru saja.
Viona meringis kesakitan saat hendak melakukan untuk
membersihkan diri. "Kata orang berhubungan badan itu enak, tapi kenapa
punyaku sangat perih" ucap Viona pelan dengan wajah menahan perih.
Saat masih bekerja di restoran dulu, Viona sering mendengar
teman-temannya bercerita tentang berhubungan badan, bahkan salah satu temanya
menyarankan Viona untuk mencobanya 'Coba aja Vio, dijamin kamu bakal ketagihan
dan minta tiap saat'
"Apanya yang ketagihan, semua badan remuk gini"
gerutu Viona sambil berjalan mengangkang menuju shower.
"Sayang, kenapa lama sekali?" Alex mengetuk pintu
karena sudah lebih dari lima belas menit Viona tak kunjung keluar.
"Iya, ini sebentar lagi selesai. Tolong taro handuk di
depan pintu ya" sahut Viona dari dalam.
Mendengar ucapan Viona, timbullah ide kepala Alex untuk
mengerjai Viona. "Handuknya aku taro diatas kasur aja, ya. Aku mau kebawa
ambil minum" ucap Alex.
Pria itu langsung berjalan ke arah pintu, lalu sengaja
membuka dan menutupnya dengan keras agar didengar oleh Viona, kemudian Alex melangkah cepat dan bersembunyi di balik
tempat tidur. Tak lupa membawa handuk yang ia siapkan untuk Viona tadi.
Tepat seperti dugaan Alex, Viona langsung membuka pintu
kamar mandi. Gadis mengeluarkan kepalanya untuk memastikan apakah Alex suda
benar-benar pergi.
Viona melangkah cepat ke kasur saat memasti Alex tidak ada
kamar itu lagi. "Dimana handuknya, bukannya tadi Alex bilang simpan diatas
kasur?" Viona mencari di sekitar kasur tapi tidak menemukannya.
Viona mengendarkan
pandangannya untuk mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menutup tubuh
polosnya, namun tidak menemukan apapun, bahkan tidak ada lemari pakaian di dalam
kamar Alex.
Viona terlihat kebingungan, gadis itu menyilangkan kedua
tangan di dadanya ketika merasa kediingin..
Saat Viona tidak tahu harus kemana mencari handuk, Alex
muncul dari arah belakang dan langsung menyelimuti tubuh gadis itu dengan
handuk yang ia bawa tadi.
Alex memeluk erat
tubuh Viona dari belakang, tidak peduli air yang terus menetes dari
rambut Viona, Alex mencium pipi Viona berkali-kali, bahkan sampai ke leher
gadis itu.
"Kenapa kamu masih malu, sayang? Bukankah aku sudah
melihat dan merasakan semuanya" ucap Alex masi dengan posisi yang sama.
Viona terdiam, wajah gadis itu terlihat kesal karena Alex
mengerjakannya.
"Maaf aku membuat kedinginan" tanya Alex melepas
pelukannya lalu membalikan badan Viona menghadap ke arahnya, Pria itu membantu
memakaikan handuk kimono pada Viona.
Sementara Viona masih memasang wajah cemberut.
Alex menangkup kedua pipi Viona mencium seluruh wajah Viona,
hingga pada bagian bibir Alex tidak ikhlas jika hanya mengusapnya, pria itu
menghisap sebentar bibir istrinya. "Jangan marah lagi" ucap Alex
dengan wajah tanpa dosa sambil membersihkan bibir Viona.
"Ayo, aku keringkan rambutmu" Alex menuntut Viona berdiri didepan sebuh
kaca besar.
Karena Alex adalah seorang pria, maka di dalam kamarnya
tidak ada yang namanya meja rias.
Saat masih bersama Jessica, kamar itu penuh dengan
barang-barang wanita. Namun, setelah mengetahui semua tabiat busuk Jessica,
Alex membuang semua barang-barang wanita itu. Bahkan Alex mengganti, dipan, cat
tembok dan juga keramik di kamar lantai.
Alex tidak ingin sedikitpun kenangan tentang jessica
tertinggal di kamarnya. kamar benar-benar telah dirubah total beserta kamar
mandinya juga.
Setelah mengeringkan rambut Viona, Alex kembali ke bawa
untuk keambil baju ganti. Kali ini Alex memilih piyama babydoll, Alex tidak
ingin terpancing lagi ketika melihat Viona memakai piyama kimono.
Setelah melewati drama panjang itu, Alex dan Viona akhirnya
kembali berbaring diatas kasur. Alex meminta Viona tidur di lengannya, Alex
kembali mengecup seluruh wajah Viona berulang-ulang.
"Tidurlah" ucap Alex.
Viona pun mengangguk dan langsung memejamkan matanya, Alex
mengelus lembut pipi Viona hingga gadis itu benar-benar terlelap.
Alex merasa bersyukur Viona kembali kepelukanya. Alex tidak
tahu hidupnya akan seperti apa, jika tidak kemabali padanya.
Dalam hatinya, Alex berterima kasih pada sang kakek yang
telah membawa Viona padanya. Kini Alex, semua yang kekak lalu semata-mata hanya
untuk dirinya.
Alex melirik sebentar kearah jam dinding yang sudah
menunjuka pukul 5 pagi Alex, seperti besok dirinya akan bolos masuk kantor.
Alex mengecum lama kening Viona lalu mulai memejamkan matanya dan tertidur..…..(Bersambung)
Penutup
Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan
ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab
selanjut nya yaitu Bab 67 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap
Posting Komentar untuk "Bab 66 Pernikahan Yang Tak Dianggap "