Bab 67 Pernikahan Yang Tak Dianggap
Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic,comedi dan fiksi banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada
kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini.
Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 67
![]() |
Bab 67 Pernikahan Yang Tak Dianggap |
Viona terbangun dari tidurnya, gadis itu terlihat gelisah
saat melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 09:00 pagi.
"Astaga kenapa aku bisa kesiangan gini, sih."
Viona menoleh kearah Alex, suaminya itu tampak masih sangat pulas.
Viona bingung harus bagaimana, mau berangkat kerja, tapi sudah
kesiangan. ingin turun kebawa, tapi Viona merasa malu bertemu Veronika,
bagaimana jika Veronika menyadari apa yang dirinya dan Alex lakukan semalam?
"Pagi, Sayang" ucap Alex mengagetkan Viona. Kedua
tangan pria itu melingkar di perut Viona dan mulai mencium pipi, telinga bahkan
sampai ke leher.
Alex menggosokan mukanya pada leher Viona dan
mengendus-endus wangi tubuh istrinya.
"Ini sudah jam sembilan, ayo kita turun tidak enak sama
Tante Vero" sahut Viona pasra menerima perlakuan Alex.
"Ayo" ajak Alex. Pria itu melepas pelukannya dan
beranjak turun dari atas kasur.
"Mau kemana? " tanya Viona saat melihat Alex
berjalan menuju kamar mandi.
"Sikat gigi, Sayang. Emang kamu mau turun kebawa dengan
bau jigong gitu?"
Viona menutup mulutnya tak percaya, mengapa baru sehari saja
bersama Alex, dirinya sudah melupakan beberapa hal.
Melihat Viona tak bergerak, Alex menarik tangan gadis itu
dan membawanya masuk ke kamar mandi. Alex memberikan satu sikat gigi untuk
Viona dan mereka berdua pun mulai menyikat gigi bersama.
Selesai menyikat gigit, keduanya membasuh muka dengan air,
Alex mengambil tisu lalu membersihkan sisa air diwajah Viona.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Alex memiringkan
leher dan mulai ******* bibir istrinya.
Entah mengapa Alex selalu ingin menyentuh dan menciumi Viona
saat menatap gadis itu.
Setelah merasa puas, Alex melepas ciumanny dan mengajak
Viona keluar, lalu mereka berdua turun kebawa.
Viona menarik napas dalam dan membuangnya pelan, sepertinya mulai sekarang ia harus
membiasakan diri dan mengimbangi kelakuan suaminya.
*
*
"Bi Lastri, Tante Vero dimana?" tanya Viona saat mereka sampai di lantai bawa.
"Nyonya di kamarnya, Neng Vio diminta ke kamar Nyonya
kalau sudah bangun" sahut Bi Lastri menyampaikan pesan Veronika
"Mau aku temenin ke kamar mama?" tanya Alex.
"Tidak, aku bisa sendiri. kamu sarapan sana" sahut
Viona.
"Baiklah, aku tunggu dimeja makan" Viona
mengangguk lalu pergi menuju kamar Veronika.
Sesampainya disana, Viona langsung mengetuk pintu.
Tok, tok, tok.
"Masuk aja pintunya nggak dikunci." sahut suara
dalam.
Viona pun melangkah masuk. "Pagi, Tante" sapa
Viona.
"Pagi, Sayang. Sini duduk" Veronika meminta Viona
duduk disampingnya. Wanita tua itu menutup majala yang sedang ia baca.
Viona mendekat dan duduk sedikit jauh dari Veronika.
"Dekat sini, kenapa jauh-jauh begitu"
Viona pun bergeser dengan wajah sungkan.
"Vio minta maaf ya Tante, Vio sudah dari semalam
disini, tapi baru menemui Tante sekarang" jelas Viona, gadis itu
benar-benar merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa sayang, Mama mengerti. Mama panggil kamu
kesini bukan untuk bahas soal itu."
Viona mengangguk legah.
"Ini untuk kamu" Veronika menyerahkan sebuah kotak
kecil.
"Apa ini, Tan" Viona menerima kotak tersebut.
"Coba dibuka"
Viona menurut dan membukanya, tampaklah sebuah kalung
berlian dengan liontin yang sangat unik.
"Itu kalung warisan turun temurun." ucap Veronika
saat melihat wajah bingung Viona. "Sebenarnya kalung itu harus diberikan
pada menantu yang telah melahirkan keturunan untuk keluar Emeraldi, tapi karena
mama anak tunggal, jadi nenek Alex mewarisnya pada mama" jelas Veronika.
"Mama minta kamu jaga kalung ini baik-baik, Vio."
"Tapi, Tante. Viokan belum melahirkan anak untuk keluar
Emeraldi, bahkan Vio belum tentun hamil" ucap Viona polos sambil menutup
kotak perhiasan tersebut.
"Akan segera, sayang. Mama yakin kamu pasangan yang
tepat untuk Alex, mama berharap kalian berdua bahagia selalu" Veronika
menggenggam tangan Viona.
Viona tersenyum sambil mengangguk pasti.
"Oh ya, satu lagi. Mama mau kamu merubah panggilanmu
pada mama"
"Iya, Mah"
Veronika tersenyum senang mendengar panggilan itu keluar
dari mulut Viona, wanita paruh baya itu membuka kedua tangannya menanti pelukan
dari Viona.
Viona menyambut pelukan Veronika penuh haru, Viona
meneteskan air mata dalam pelukan Veronika. Viona tidak menyangka keadaan bisa
berbalik seperti sekarang.
Dirinya yang dulu sangat dibenci, sekarang telah disayang,
bahkan diperlakukan dengan sangat baik.
"Jangan menangis, nikmatilah hidupmu dan berbahagialah,
kamu gadis yang baik. kamu berhak mendapatkan semuanya." ucap Veronika.
Tangannya terulur menghapus air mata Viona.
Setelah berbincang-bincang sebentar dengan Veronika, Viona
pun kembali ke ruangan makan..…..(Bersambung)
Penutup
Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan
ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab
selanjut nya yaitu Bab 68 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap
Posting Komentar untuk "Bab 67 Pernikahan Yang Tak Dianggap "