Bab 77 Pernikahan Yang Tak Dianggap
Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic,comedi dan fiksi banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada
kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini.
Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 77
Viona dan Alex berjalan menuruni anak tangga dengan wajah
berbinar, senyuman bahagia tidak terlepas dari bibir keduanya.
Pasangan suami istri itu berjalan menuju meja makan dan ikut
bergabung dengan Veronika yang telah menunggu mereka disana.
"Mah" sapa Alex sambil menarik kursi untuk Viona.
"Maaf ya, Mah. Vio sama Alex turunya lama" ucap
Viona merasa tidak enak hati.
"Nggak apa-apa, Sayang. Ayo makan." Veronika
menggeser lauk pada menantunya.
"Sebelum kita makan, Vio sama Alex punya sesuatu untuk
Mamah." ucap Viona. Gadis itu menatap sejenak kearah suaminya dan Alex
mengangguk pasti.
![]() |
Bab 77 Pernikahan Yang Tak Dianggap |
Viona pun langsung menyerahkan sebuah kotak kecil berbentuk
panjang pada mertuanya.
"Apa ini?" tanya Veronika penasaran.
"Dibuka aja, Mah" timpa Alex.
"Baiklah" Veronika mulai membukanya, wanita paruh
baya itu semakin penasaran ketika melihat di dalam kotak berwarna hitam itu
masih dilapisi lagi dengan sebuah kotak berwarna putih.
Veronika membuka mulutnya tak percaya, ia menatap anak dan
menantunya bergantian., saat melihat sebuah test pack bertanda dua garis merah.
"Benarkah, ini?" tanya Veronika merasa belum
percaya. Mata wanita tua itu berkaca-kaca penuh keharuan.
Viona mengangguk-angguk pelan. "Ya, Mama akan segera
menjadi seorang nenek" sahut Viona tersenyum bahagia.
Veronika menghampiri Alex dan Viona, ia mencium dan memeluk
keduanya bergantian. Sungguh Veronika merasa sangat bahagia, dirinya akan
segera menimang cucu yang ia inginkan selama ini
Alex dan Viona saling
bertatapan, keputusan untuk memberi kejutan pada sang mama sunggu berhasil.
Saat mandi berdua di kamar mandi sore tadi, Alex meminta
Viona menggunakan test pack yang ia beli waktu dijalan pulang.
"Tesk pack?" tanya Viona saat menyerahkan barang
tersebut padanya.
Alex mengangguk. "Coba dites, Sayang"
"Bagaimana kalau aku tidak hamil?" Viona terlihat
tagu.
"Tidak masalah, Sayang. Kita akan berusaha lebih keras
lagi" Alex mengambil tangan Viona dan meletakan sebuah wadah kecil
diatasnya.
Alex dan Viona menunggu hasil test pack dengan rasa gelisah,
bahkan mereka menjejer dua test pack sekaligus.
Tangan Viona bergetar saat mengetahui hasilnya positif.
"Benar ini hasilnya?" tanya Viona pada Alex, ia menatap suaminya
dengan mata berkaca-kaca.
Alex menangkup kedua pipi Viona lalu mengatakan. "Benar
Sayang, disini sudah ada Alex junior" Alex menyentuh perut istrinya.
Seperti tersadar dari mimpinya, Viona memeluk suaminya penuh
kegirangan. Alex pun tak kalah bahagia, pasangan suami istri itu berpelukan
sambil berputar-putar di dalam kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Viona langsung menghubungi
sang nenek di kampung. Ia mencerita kabar tentang kehamilannya.
Nenek Uti sangat bahagia mendengar kabar dari Viona, wanita
tua itu merasa tak sabar ingin segera menimang cicitnya.
Nenek Uti bersyukur cucunya telah menemukan kebahagiaannya.
Nenek tua itu berharap Alex tidak akan menyakiti Viona lagi.
Keluarga Alex mulai makan malam bersama dengan penuh rasa
bahagian.
*
*
Pagi kembali menyapa, burung-burung berkicau
bersahut-sahutan menikmati embun pagi.
Viona terbangun dari tidurnya karena merasa perutnya seperti
diaduk-aduk, Viona berjalan cepat menuju kamar mandi.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Alex masih setengah
sadar. Namun, Viona tak menjawabnya gadis itu hanya menunjuk ke arah kamar
mandi dan satu tangannya lagi menutup mulutnya menahan muntah.
Alex bergerak cepat turun dari ranjang dan mengikuti
istrinya ke kamar mandi.
"Sayang" panggil Alex, ia melihat wajah istrinya
memerah dan ada sedikit air mata di sudut matanya.
Alex tidak bertanya lagi, tangan terulur dan menyapu-nyapu
tengkuk dan punggung istrinya.
"Udah enakkan?" tanya Alex saat melihat istrinya
mulai berhenti mual.
Viona mengangguk dengan wajah dalam keadaan basah.
"Kita ke dokter ya?" ajak Alex lembut, ia merasa
kasihan pada istrinya. Tangan pria itu terulur membersihkan wajah istrinya yang
basah.
"Hmmmm, tapi nanti ya, kepala aku berat bangat"
sahut Viona kepalanya terasa sangat berat. Viona merasa seperti didalam sebuah
kapal laut yang sedang oleng.
Alex menurut dan membawa istrinya kembali keranjang.…..(Bersambung)
Penutup
Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan
ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab
selanjut nya yaitu Bab 78 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap
Posting Komentar untuk "Bab 77 Pernikahan Yang Tak Dianggap "