Bab 78 Pernikahan Yang Tak Dianggap
Novel berjudul Pernikahan Yang Tak Dianggap adalah sebuah novel yang bergenre romantic,comedi dan fiksi banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada
kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Yang Tak Dianggap,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini.
Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap Bab 78
"Mah, Mamah." panggil Alex sambil mengetuk-etuk
pintu kamar sang mama.
"Alex, ada apa? Kenapa pagi-pagi sekali sudah ketuk
pintu kamar mama?" tanya Veronika saat membukakan pintu. Wanita paruh baya
itu tampak masih mengenakan baju tidur.
"Viona, Mah." sahut Alex.
"Viona, kenapa?" Veronika tampak penasra.
"Viona muntah-muntah terus dari tadi, Mah." jelas
Alex.
"Astaga, mama kira ada apa, dimana Vio sekarang?"
"Di kamar, katanya kepalanya juga pusing. Alex tidak
tau harus berbuat apa." Alex tampak kepikiran melihat kondisi istrinya.
![]() |
Bab 78 Pernikahan Yang Tak Dianggap |
"Tidak apa-apa, Lex. Pusing, mual dan muntah-muntah itu
wajar untuk kehamilan awal" ucap Veronika menenagkan putranya. "Ayo
biar mama lihat kondisinya" ajak Veronika.
Alex mengangguk dan membawa mamanya ke lantai atas.
"Vio" panggil Veronika saat sampai di depan pintu
kamar. Kebetulan pintunya tidak ditutup saat Alex keluar tadi, sehingga
Veronika langsung melangkah masuk.
"Mamah" sahut Viona lalu bangun dan hendak.
"Tidak apa-apa, Sayang. Berbaring saja" Veronika
mendekat dan duduk disamping menantunya.
"Tidak apa-apa, Mah. Vio tidak sakit, hanya kepala dan
perut Vio saja yang terasa seperti diputar-putar." sahut Viona sambil
duduk bersandar pada kepala dipan, ia merasa tidak enak jika harus berbaring
saat berbicara dengan mertuanya.
Veronika tersenyum mendengar ucapan menantunya. "Memang
seperti itu sayang, diawal-awal kehamilan semua ibu hamil akan merasakan hal
yang sama" jelas Veronika.
"Berarti yang Vio alami ini normal ya, Mah?" tanya
Viona penasaran.
"Normal sayang, semuanya akan menghilang saat usia
kandungan kamu diatas empat bulan."
"Tapi kenapa dari kemarin-kemarin Vio tidak merasakan
apa-apa ya, Mah?" tanya Viona lagi, ia merasa heran, kenapa baru pagi ini
mengalami muntah-muntah.
"Percaya tidak percaya hampir semua ibu hamil merasakan
hal yang sama, saat belum menyadari dirinya hamil tidak ada yang namanya
pusing, mual, ataupun muntah. Tapi begitu tahu dirinya sedang hamil, langsunglah
keluar semua drama kehamilan itu" jelas Veronika berdasarkan pengalaman
pribadinya saat hamil Alex dulu.
"Ko bisa gitu ya, Mah? Berarti saat Mama hamil Alex,
Mama juga merasakan semua ini?" Viona yang masih awam tentang kehamilan
terus mencerca mertuanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal dalam
pikirannya.
"Tentu saja, Sayang. Tapi, mama tidak merasakan pusing
seperti yang kamu rasakan sekarang. Mual sama ngidam iya, tapi semuanya tidak
berlebihan, hanya porsi makan mama saja yang bertambah tiga kali lipat"
Veronika tertawa kecil saat mengingat masa-masa kehamilannya
dulu, dimana ia bisa makan eman sampai tujuh kali dalam sehari, itu pun belum
termasuk cemilan.
"Pantas saja Alex kuat makan ya, Mah." ucap Viona
dan ikut tertawa bersama mertuanya.
Alex tampak senang melihat istrinya tertawa bahagai,
setidaknya, Viona bisa melupakan rasa pusing dan mualnya tadi.
"Ya udah kamu lanjut istirahat, ya. Sore nanti kita ke
dokter, kebetulan teman mama ada yang dokter spesialis kandungan. Nanti mama
akan hubungi dia untuk meminta nomor antrian, jadi kita tidak perlu menunggu
lama disana. " ucap Veronika.
"Iya, Mah" sahut Viona. Veronika pun melangkah
keluar dari kamar Alex.
*
*
Setelah kepergian mamanya, Alex mendekat dan duduk di
samping istrinya.
"Bagaimana perasaanmu, Sayang?" tanya Alex sambil
menggenggam kedua tangan istrinya.
"Udah mendingan" sahut Viona. Meski kepalanya
masih terasa pusing, namun tidak separah tadi saat ia muntah-muntah.
Alex memajukan mukanya dan menempelkan keningnya pada kening
Viona. "Sabar ya, semuanya akan segera berlalu" ucap Alex lembut.
Viona mengangguk pasti, ia akan menikmati apapun itu
prosesnya nanti.
Melihat anggukan istrinya, Alex merasa gemas sehingga ia
menggesekan hidungnya pada hidung Viona.
Viona tertawa kecil menanggapi perlakuan suaminya, pasangan
suami istri itu tertawa bahagia sambil terus menggesekan hidung satu sama lain.…..(Bersambung)
Penutup
Bagaimana? apakah anda penasaran dengan kelanjutan
ceritanya? Pasti nya ketagihan dong, baiklah mari kita lanjut membaca ke bab
selanjut nya yaitu Bab 79 Novel Pernikahan Yang Tak Dianggap
Posting Komentar untuk "Bab 78 Pernikahan Yang Tak Dianggap "